sisa.ruang.diri


Ikrar Senyum
September 12, 2007, 7:58 am
Diarsipkan di bawah: Puisi, Tulisan

aku mau tersenyum

biar duri mengais merajam

kuku cabut hancur lebam

jatuh sakit hina buram

martabat runtuh langit hujam

kepercayaan hilang sunyi redam

ketakutan turun dingin cekam

penyakit pasang jasad muram

waktu desak padat kejam

harta lenyap hilang suram

aku mau tersenyum

karena derita mulai lembam

bisa karena biasa tajam

bertahan dalam tanah curam

(bandung, 12 September 2007)



Cahaya, cahaya, cahaya
September 11, 2007, 11:50 pm
Diarsipkan di bawah: Puisi, Tulisan

Cahaya,cahaya,cahaya

Aku mau terangnya

Kemilaunya

Panasnya

Membakar semua guratan nista

Kehampaan asa

Cahaya, cahaya, cahaya

Angkat aku ke jalaran angkasa

Lepas rantai – rantai karatan memaksa

Lupa aku semua tentang bahaya

Tertawa aku walau membesut luka

(Bandung, 12 September 2007)



Classical Guitar Fiesta
September 11, 2007, 11:15 pm
Diarsipkan di bawah: Artwork, Classical Guitar Fiesta

cgf1.jpg

 

cgf2.jpg

 

cgf3.jpg



It’s Hollow and Tasteless
September 11, 2007, 9:40 pm
Diarsipkan di bawah: Artwork, It’s Hollow and Tasteless

ht1edit.jpg

 

ht2edit.jpg

 

ht3edit.jpg

 

ht4edit.jpg

 

ht5edit.jpg

 

ht6edit.jpg

 

ht7edit.jpg

 



Ditinggal Tidur Nikmat Tidur
September 10, 2007, 7:16 pm
Diarsipkan di bawah: Puisi, Tulisan

aku ditinggal tidur nikmat tidur

badanku terlanjur hancur juga lebur

kepala pusing pandangan kabur

batin tawur tak terhibur

sepanjang malam ku melacur

mencari nikmat tidur yang pergi tidur

dur, bangun, dur…

(Bandung 10 September 2007)



Laki – laki yang Menginginkan Seluruh Waktu di Dunia
September 9, 2007, 10:48 am
Diarsipkan di bawah: Cerpen, Tulisan

Di puncak gunung yang tinggi, lebih tinggi dari gunung manapun di dunia, hiduplah seorang laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia. Ia tinggal di sebuah kastil gelap yang dijauhi cahaya dan kehangatan. Kamarnya berpendar kemerahan, dingin, juga beraroma debu. Di depan jendela besarnya laki – laki itu selalu memandang ke bawah, menyaksikan kehidupan manusia.

Laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia tidak pernah bisa berhenti bekerja. Ia selalu diburu oleh detak jarum detik. Ya, setiap hari ia bergumul dengan angka – angka perhitungan detik, menit, dan jam. Ia tidak punya waktu bahkan untuk bernafas. Ia sadar waktu begitu cepat habis dari dirinya, tidak menyisakan sedikitpun kesempatan untuk hidupnya. Semuanya mengalir tumpah seperti tangki yang bocor. Laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia sadar bahwa waktu telah merenggut hidupnya.

Laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia sangat gelisah. Menurut perhitungannya, di saat ia berpikir pun sang waktu terus mengambil jatah kehidupannya. Ia tidak punya banyak waktu untuk dihambur – hamburkan atau semuanya akan terlanjur habis. Ia bahkan belum merasakan hidup yang sebenarnya, seperti manusia – manusia yang ada di kaki gunung. Ia tidak merasakan kegembiraan hidup. Hanya kegelisahan akan buruan sang waktu . Ia sadar ia harus melakukan sesuatu dengan cepat sebelum hidupnya berakhir.

Logika berpikirnya menghasilkan dua pilihan. Dengan analogi sebuah tabung air yang bocor ia hanya dua buah solusi: menambal tangki sehingga aliran air berhenti atau menambah tangki terus menerus agar tidak kehabisan air. Baiklah, pikirnya, bagaimana dengan solusi pertama? Bagaimana caranya membendung aliran sang waktu? Yang ia butuhkan adalah suatu bahan penambal kedap waktu. Sesuatu yang kuat, awet, dan tahan waktu. Ia tahu, bahan untuk menambal aliran waktu yang sesuai dengan deskripsi kilatnya: memori.

Laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia tidak ingin terburu – buru. Semakin terburu – buru, maka akan semakin kehilangan waktu, pikirnya. Bagaimana dengan solusi kedua? Bagaimana caranya agar ia bisa terus menambah waktu miliknya? Ia harus mencari sumber waktu. Di mana lagi ia bisa menemukan waktu untuknya? Laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia berpikir agak lama. Kegelisahan semakin menancap di perasaannya. Ia tidak tahu kemana harus mencari. Kalau sudah begini, tidak ada jalan lain selain: mencuri.

Sempurna! Kini di kepalanya tertanam dua hal yang menurutnya harus dilakukan sekarang juga: mengumpulkan memori dan mencuri waktu. Laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia semakin kagum akan karya pemikirannya. Dua rencana besarnya bisa dilakukan dalam satu waktu! Sebuah upaya penghematan luar biasa untuk menyelamatkan sumber daya yang sangat ia butuhkan. Tidak perlu berpikir lebih lama, saatnya ia menjalankan rencananya.

Mulailah laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia mencuri waktu sambil mengumpulkan memori. Ia benar – benar hemat menggunakan waktunya. Sambil menunggu proses pekerjaannya berlangsung, ia sibuk mengumpulkan memori. Perlahan – lahan, memori miliknya terkumpul dan semakin banyak. Kegelisahan dan rasa takut mulai menipis, didera oleh rasa aman dan nyaman. Ia memiliki memori yang mampu menambal aliran waktu. Ia kini mendapatkan kembali hidupnya yang hilang, sambil terus menambal . Ia merasa dengan tambalan memori ini aliran waktu akan teredam – walau tidak sampai berhenti – sehingga ia merasa hidupnya akan lama sekali karena persediaan waktunya banyak sekali.

Tentu saja, waktu yang digunakan untuk mengumpulkan memori adalah waktu yang ia curi. Laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia tidak pernah lalai sedikitpun terhadap dua hal: pekerjaannya dan waktu. Sedikit saja ada kesempatan untuk mencuri waktu, ia langsung mengambilnya secepat mungkin dan menyimpannya untuk dirinya sendiri.

Waktu milik laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia mulai terkumpul. Ia merasakan bahwa ia kini sangat berlimpah waktu. Ia bisa melakukan banyak hal sekarang, tanpa takut akan kekurangan waktu. Memorinya pun menggunung. Ia telah memiliki tumpukan memori yang dapat menambal waktu mendekati tak hingga. Dengan memori dan waktu yang begitu banyak, kini keberadaannya hampir abadi.

Namun, laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia belum puas. Kini ia benar – benar menginginkan seluruh waktu di dunia. Ia menginginkan pagi, siang, sore, dan malam. Ia menginginkan keempat musim yang ada. Ia menginginkan keduabelas bulan. Ia menginginkan sepanjang tahun. Ia menginginkan keabadian!

Tidak ada perubahan rencana. Tetapi memori dan waktu yang ia curi, ia kumpulkan, kini adalah milik alam semesta: manusia, tumbuhan, hewan, bumi, langit, udara,dan elemen alam semesta lainnya. Tentu saja, laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia memiliki dua senjata ampuh yang membuat rencana besarnya ini terlaksana : kegemilangan otaknya dan penguasaannya akan proses. Ya, proses! Laki – laki ini memiliki pekerjaan jutaan detik mengenai proses, ia seorang virtuoso di bidangnya ini.

Laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia mencuri waktu alam semesta dengan mempersingkat prosesnya. Waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat dari sebelumnya, sehingga kelebihan sisanya masuk ke dalam tabung laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia. Ia menghapus jarak untuk mempersingkat waktu tempuh. Ia menghapus perbincangan dan tatap muka agar waktu bicara menjadi singkat. Segala sesuatunya kini menjadi singkat.

Memori alam semesta ia kumpulkan dengan serakah. Bahkan, kini ia tidak lagi sekedar mengumpulkan memori saja, tetapi juga mengabadikan keberadaan itu sendiri. Laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia berpikir bahwa momen akan sangat murni apabila melekat di dalam keberadaan aslinya. Ia melakukan suatu perlawanan terhadap kodrat alam semesta dengan berusaha mengabadikan keberadaan. Ia menciptakan eliksir – eliksir keabadian dan mengawetkan kehidupan.

Sayangnya, disinilah letak kesalahan laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia. Keserakahan akhirnya mulai menunjukan arit raksasanya. Laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia melakukan kesalahan terbesarnya. Walau ia mencuri waktu dari alam semesta dan mengumpulkannya di tabungnya, waktu miliknya tidak pernah bertambah. Waktu alam semesta memang semakin pendek, namun waktu miliknya tidak pernah bertambah, bahkan tetap berkurang.

Demikian juga dengan memori yang ia kumpulkan. Yang ini lebih baik setidaknya. Memori tersebut membantu meredam aliran waktu milik alam semesta, tetapi tidak aliran waktu miliknya. Laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia terlalu sibuk mengumpulkan memori alam semesta sehingga melupakan memori miliknya sendiri. Ia melupakannya! Kini tabung waktu yang bocor kembali mengalirkan waktu keluar tabung.

Kali ini laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia sudah tidak punya waktu untuk berpikir. Tidak punya waktu untuk mengumpulkan memori. Tidak punya waktu lagi untuk kehidupan. Keserakahan sudah menariknya terlalu jauh ke dalam ketiadaan. Tabung waktu miliknya kini kosong. Waktu miliknya mengalir ke dalam vortex waktu, bersama dengan keberadaan laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia. Kini, tidak ada lagi satupun memori maupun waktu milik laki – laki yang menginginkan seluruh waktu di dunia.

(Bandung, 9 September 2007)



Focal Dystonia
September 8, 2007, 10:54 pm
Diarsipkan di bawah: Artwork, Grim Fairy Tales

gitar.gif

 

Ada gitar yang berbunyi sendiri

Gitarku

Di kamarku

Di malam buta

Memainkan lagu yang akan aku mainkan

Di resital sunyiku

Dingin dan kaku

Malu dan terhina

Saat jari – jariku

Tak seperti sang maestro

Sang pemain misterius yang bermain

Menuruni tangga

Maestro tolong ajari aku

Jangan kau ganggu ibuku di bawah sana



Pagi,Harapan
September 8, 2007, 10:46 pm
Diarsipkan di bawah: Puisi, Tulisan

selamat pagi matahari

selamat pagi negeri

selamat pagi awan – awan

selamat pagi kawan dan lawan

selamat pagi tanaman

selamat pagi kelelahan

selamat pagi udara

selamat pagi dunia

selamat pagi kehancuran

selamat pagi harapan



Bapak Musik
September 8, 2007, 10:41 pm
Diarsipkan di bawah: Artwork, Grim Fairy Tales

bapakmusik.jpg

 

Bapak musik bergemuruh

Simfoni yang membakar tanah dan mengundang badai

Manifestasi kekayaan auralnya

Pertama unison, lalu kontrapung

Empat lapis suara lalu masuk ke final yang mengiris

Bapak music tidak pernah cukup

Terlalu banyak bahkan untuk dirinya sendiri

Coba dengar bapak music

lihat musiknya dengan terbalik

bapak music seperti ketam

tegas dengan capitnya

berjalan menyamping susuri pantai

memandang laut

simfoni siklis



Pertempuran
September 8, 2007, 10:34 pm
Diarsipkan di bawah: Artwork, Grim Fairy Tales

pertempuran.jpg

 

Di garis depan

Sendiri

Dengan pedang yang ditempa

Sendiri

Menang semua senang

Sendiri

Jika kalah maka kalah

sendiri