Kali ini kita akan bertamasya ke kebun binatang untuk melihat – lihat kucing – kucing yang ukurannya besar – besar. Kamu pasti pernah lihat harimau ‘kan? Itu dia yang ada di kandang nomor satu. Lalu yang disebelahnya, di kandang nomor dua, itu yang kamu kenal sebagai singa. Kamu bisa mengenalinya dari gaya rambut di kepalanya. Kandang nomor tiga? Oh ya, yang ini pasti kamu baru lihat ‘kan? Pernah terbayang apa yang akan lahir saat harimau dan singa kawin? Kamu sedang melihat hasilnya: Liger.

Liger adalah hasil perkawinan antara singa jantan dan harimau betina. Secara umum, hasilnya adalah seekor singa dengan belang khas harimau berukuran gigantis. Saat saya bilang ‘gigantis’, saya benar – benar bicara tentang seekor kucing raksasa yang lebih besar dari manusia! Seekor Liger betina panjangnya rata – rata mencapai 3,05 m dan beratnya sekitar 320 kg.
Bentuk serta ukuran Liger yang tidak wajar ini diakibatkan oleh adanya Imprinted Genes, yaitu gen – gen yang tidak terdapat di gen induk. Gen ini biasanya timbul akibat proses hibrida yang tidak lazim (ya contohnya perkawinan singa dan harimau) dan sangat mempengaruhi pertumbuhan hasil hibrida yang lahir. Hormon juga mempengaruhi keadaan ini. Penelitian terhadap keadaan hormone Liger menunjukkan bahwa Liger memiliki hormone yang menjadikan kondisi pertumbuhannya berlangsung terus – menerus. Liger jantan dipastikan steril (mandul), sehingga ia terus berada dalam kondisi pertumbuhan pra-puber, yang tentu saja membuat pertumbuhan badannya terus berlangsung. Liger betina, walaupun Liger betina, walaupun fertile (tidak mandul), tetap memiliki ukuran yang luar biasa.

Perkawinan ini merupakan sesuatu yang sifatnya melawan hukum alam. Di alam liar, perkawinan ini mustahil terjadi. Sama mustahilnya seperti mengharapan perkawinan gorilla dan manusia. Kecuali ada kehendak dari kekuatan besar di luar sana, semacam mukjizat. Perkawinan ini terjadi akibat ‘kecelakaan’ (married by accident hahah) di kebun binatang, saat harimau dan singa berada – entah bagaimana – ada di satu kandang. Oleh karena itu, ini pentingnya menjaga hubungan dengan yang bukan muhrim hihi, supaya tidak ada ‘kecelakaan’. Dalam kasus lain, perkawinan ini justru disengaja agar mendapatkan peranakan yang luar biasa ini. Kesengajaan ini biasanya dilakukan kaum kolektor atau sirkus.
Seperti segala sesuatu yang melawan hukum alam, perkawinan ini pun menjadi petaka bagi peranakan yang lahir. Petaka pertama adalah kemandulan yang dialami oleh Liger jantan. Walaupun ia tetap memiliki hormone testoteron yang normal serta beberapa kali didapati sedang bercinta dengan Liger betina, tetapi tetap saja ia tidak akan dapat memproduksi keturunan. Petaka kedua, biasanya binatang semacam ini memiliki cacat tubuh, kesehatan yang buruk, serta usia yang pendek. Umur Liger rata – rata hanya 20 tahun. Liger tertua yang pernah hidup mencapai 24 tahun. Oh ya, satu lagi, karena sejak dalam wujud janin pertumbuhan Liger sudah abnormal, proses melahirkan dapat mengakibatkan kematian sang induk. Ironis sekali bukan?

Berdasarkan Association of Zoos and Aquariums, kebun binatang yang terakreditasi tidak melakukan hibrida antar spesies yang berlainan. Pemisahan antar spesies pun menjadi prosedur standar kebun binatang. Sehingga, seharusnya, tidak terjadi peranakan Liger dengan sengaja di kebun binatang yang baik. Walau demikian, beberapa kasus kecelakaan menyebabkan kelahiran Liger.
Saya jadi tidak habis pikir, bagaimana mungkin ada orang – orang yang tega dengan sengaja melakukan hibrida ini dengan seenaknya demi menghasilkan uang. Kenyataannya, tempat – tempat seperti Jungle Island di Miami atau sirkus – sirkus yang menggunakan binatang sebagai tokoh utamanya, melakukan kegiatan keji ini. Belum lagi para kolektor freak yang senang memelihara binatang buas di halaman belakang rumahnya. Mengapa keji? Sebaiknya kamu ingat lagi petaka – petaka yang binatang ini harus derita saat terlahir di dunia.

Saya tidak setuju jenis hibrida ini dikembangbiakan dengan sengaja. Hanya karena kita manusia, lalu kita dengan seenaknya melawan hukum alam, membuat penderitaan yang tidak seharusnya, hanya demi memuaskan hati orang – orang yang tidak bernurani serta tidak punya otak yang mau membayar mahal untuk itu. Wow, sebuah tirani dan penindasan. Kalau terhadap binatang saja sudah begitu perlakuannya, apalagi terhadap sesama manusia.
Banyak lembaga yang menentang hal ini, salah satunya yaitu Big Cat Rescue (http://www.bigcatrescue.org/). Disana terdapat informasi yang cukup serta link – link yang edukatif. Jangan biarkan orang – orang bertindak sesuka hati dan menindas binatang! Setiap mahkluk hidup punya hak untuk hidup. Manusia bukan mahkluk yang ‘maha’ sehingga bisa seenaknya di atas muka bumi.
Diarsipkan di bawah: Video
Kesan pertama saya setiap kali melihat Misfits tetap sama: Horror B-Movie! Video ini sangat menyenangkan untuk ditonton. Akan mengingatkanmu pada People Under the Stairs atauNight of the Living Dead. Punk rock lah pokoknya.
Diarsipkan di bawah: Video
Band metalcore favorit saya, dengan riff – riff yang unik sehingga tidak terdengar seperti metalcore generik yang sering bermunculan. Sleezevil diambil dari album Hail Horror, yang sempat bertahan menjadi playlist tetap di tape mobil saya. Kamu bisa lihat di video ini selera humor mereka yang aneh. Sepintas mengingatkan saya pada videonya Misfits.
Diarsipkan di bawah: Video
Agnostic Front (www.agnosticfront.com). Band old school hardcore yang hardcore se-hardcore-hardcore-nya. Pokoknya bro hymn bangetlah. Gotta Gotta Go sempat menjadi lagu anthemic saya dan Biyan, adik saya. Video ini sangat old school se-old school – old school-nya. From east coast to west coast, gotta gotta gotta go!

Nah, sebelumnya, tahukah kamu apa itu devilock? Devilock itu adalah semacam jenis potongan rambut yang akan membuatmu terlihat seperti tokoh jahat dari film – film horror b-rated. Potongan ini diprakarsai oleh Jerry Only dan Glenn Danzig dari band Misfits, seraya mengukuhkan genre punk rock baru bernama horror punk (yang sebenarnya masih gitu – gitu juga, hanya saja temanya kali ini film horror). Bentuknya seperti potongan mullet, tapi ekornya ada di depan. Atau kamu bayangin Mohawk panjang yang alih – alih dibuat berdiri tegak malah disisir ke depan ke satu titik, nah, itu devilock. Beberapa waktu lalu saya sempat di devilock juga loh!

Sebenarnya tidak ada batasan khusus bagaimana devilock seharusnya berbentuk. Namun, sejauh ini saya berhasil menemukan dua jenis varian devilock, yaitu jenis panjang dan jenis pendek. Cara membuatnya kurang lebih sama. Hanya saja , bedanya adalah kalau devilock pendek itu rambut iblis yang menjuntai ke depannya lebih pendek daripada devilock panjang. Devilock pendek itu seperti Davey Havoc (AFI) era zaman dahulu kala, Randy Blythe (Lamb of God), atau Frank Iero (My Chemical Romance) sebelum era Black Parade. Yang panjang, tentu saja seperti para Misfits (Jerry Only, Danzig, dan kawan sekuburannya), John Pettibone (Himsa), dan Fat Mike (NOFX) sewaktu NOFX baru mau dibikin.

Berikut cara membuat devilock :
- 1. Kamu membutuhkan rambut (ya iyalah, masa ya iya dong) minimal satu jengkal panjangnya
- 2. Cukur bagian samping dan belakang rambut lebih pendek dan tipis (tapi jangan sampai botak), biarkan bagian tengah dan depan
- 3. Buat gradasi yang baik dari bagian yang dicukur ke bagian yang dibiarkan panjang
- 4. Sisir rambutmu ke depan, gunakan wax atau gel, atau bisa juga kamu pake hairspray
- 5. Runcingkan rambutmu ke satu arah, lalu kalau kamu menggunkan hairspray sebaiknya kamu gunakan dryer juga pada devilock-mu
- 6. Beres sudah, rasakeun!
Kamu tinggal pastikan bahwa devilockmu sangat simetris, karena kesimetrisan memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan kosmik dan universe makrokosmos. Untuk jelasnya, kamu bisa perhatikan contoh – contoh yang ada. Ini juga ada video anjuran dari sang pakar Devilock sedunia. Sedikit saran dari saya, hindari tempat – tempat dengan kecepatan angin tinggi, karena akan sangat mudah membuatmu kelilipan devilock-mu sendiri. Selain itu, sangat mengganggu kalau masuk ke mulut atau hidung.
Dengan demikian, kamu tinggal menggunakan eye shadow atau cukup tidak tidur dua malam agar mukamu pucat dan memiliki bayangan hitam di bawah mata. Kenakan pula kaos hitam yang paling horror, pernak – pernik yang terbuat dari metal, dan pastikan kamu sudah menonton film – film horror b-rated yang paling sampah. Beuh, kamu sudah sangat horror tentunya, membuat takut warga desa.
Saran Hairstyle dari Om Jerry
Oiya, sekalian, berikut tips agar membuat band-mu juga jadi ikut horror :
- 1. Siapkan kelinci putih di backstage
- 2. Sebelum main, di atas panggung, teriakan kata – kata berikut, “Sa acan manggung, aing mencit klenci heula!”
- 3. Sembelih kelinci tadi dengan cara menggorok lehernya
- 4. Minum darah yang menetes
- 5. Kamu akan muntah setelah itu dan penonton akan melemparimu
- 6. Band-mu akan batal manggung
Selamat menakut – nakuti orang di jalan atau membuat kesal orangtuamu!

Diarsipkan di bawah: Video
Duet piano dan gitar adalah sesuatu yang tidak umum. Namun, musik – musik gitar abad 19 sering sekali menggunakan kombinasi ini. Rondo No.2 Op.68 oleh Mauro Giuliani ini adalah salah satu contohnya. Duet ini dimainkan oleh pianis Anne Ku dan gitaris Robert Bekkers. Berdua, mereka membentuk The Piano Guitar Duo (www.pianoguitar.com). Gitar yang digunakan Robert adalah salah satu jenis gitar incaran saya, handmade Jeroen Hilhorst tahun 2005 (www.hilhorst.demon.nl). Suaranya sangat gahar, sebuah gitar konser yang ideal. Harganya? Er.. sekitar 60 juta-an lah..
Diarsipkan di bawah: Video
Joaquin Rodrigo adalah seorang komposer berkebangsaan Spanyol. Komposisinya sangat kaya akan citarasa ’spanish’ yang sangat kental. Zapateado adalah lagu favorit saya. Membutuhkan teknik permainan yang agak memaksamu tertarik untuk membuat pertukaran dengan setan. Zapateado merupakan tarian Spanyol yang kita sering kenal sebagai Tap Dance. Kekuatan ritmik dan hentakan kaki yang penuh tenaga adalah ciri utama tarian ini. Lagu ini merupakan final movement dari Tres Piezas Espanolas. Gitaris Jerome Ducharme menjadi juara kompetisi GFA 2005 dengan membawakan lagu ini di akhir program konsernya bulan Oktober 2005 di Oberlin, Ohio. Sejauh yang pernah saya lihat, orang ini membawakan Zapateado dengan interpretasi yang paling dahsyat.
Tanggal 23 Januari 2008, saya berkunjung ke kampus adik saya si Biyan: Universitas Parahyangan. Kampus ini terletak di daerah Ciumbuleuit, Bandung. Sangat terkenal akan lulusan arsitekturnya. Biyan berlatih tari Saman di sana. Rencananya, tanggal 6 Februari dia akan bertanding di Universitas Indonesia, Jakarta. Sambil menunggu Biyan latihan, saya jalan – jalan keliling kampus. Lumayan, kampus masih agak rame, jadi masih ada teteh – teteh okeh berkeliaran haha. Sayangnya, saya tidak tertarik memotret teteh – teteh itu hahaha..





Diarsipkan di bawah: Jurnal Racauan

Utopia adalah kebohongan. Dia berdiri anggun di horizon sana, namun tiap kali didekati ia dengan anggun dan sombong menjauh. Empat langkah kujalani, ia berlari sejauh empat langkah. Selalu demikian. Itulah utopia, baik untuk dijalani. Seperti mengejar kesempurnaan, yang kita ketahui tidak akan pernah tercapai, tetapi tidak bisa dijadikan alasan untuk berhenti berusaha memeluknya.Di mana aku berdiri tidak seperti di masa ketika segala sesuatunya baru dimulai. Euforia itu tidak ada di jasadku. Tidak juga di hatiku. Mau bagaimanapun kamu jejalkan semua itu, yang aku bisa lakukan hanya meniru saja. Aku tidak akan pernah merasakan apa yang kamu rasakan, memikirkan apa yang kamu pikirkan, atau memperjuangkan yang kamu perjuangkan dengan keadaan seratus persen sama. Aku yakin banyak pembohong besar di luar sana yang mengatakan bahwa mereka mengerti, yang ironisnya sesungguhnya mereka hanya berusaha untuk terlihat demikian.
Aku berada di masa di mana alienasi adalah penguasanya. Kita terasing satu sama lain. Ketidakpedulian luar biasa yang sudah menjadi kelaziman, sehingga bila aku melakukan hal sebaliknya aku akan dicap aneh atau mungkin gila. Ini masa dimana alasan dan logika selalu dikedepankan. Butuh seratus ‘karena’ untuk tiap sepuluh ‘mengapa’.
Hubungan antara kita, aku dan kamu, tidak pernah seperti yang terjadi puluhan, ratusan tahun lalu. Apa yang mereka katakan adalah benar: kamu hanya bisa mendapat apa yang sudah kamu berikan. Manusia sudah belajar untuk membunuh hati nurani mereka dan berhenti untuk mendengarkannya. Keikhlasan hanya ada di dalam teks buku agama atau pelajaran moral, yang keduanya adalah formalitas memuakan di negeri ini. Semuanya harus didasarkan pada perhitungan untung – rugi dan sebab- akibat. Tidak ada lagi tempat untuk ketulusan, kepolosan, kejujuran, dan keikhlasan.
Injak saja norma – norma tua karena toh mereka sudah tidak dipedulikan lagi. Tidak perlu malu, akui saja. Kamu bicara tentang keadilan tetapi mencontek saat ujian. Sholat lebih dari lima waktu namun kamu masih menikmati senggama pasangan – pasangan yang tidak kamu kenal. Tidak ada yang tabu. Ini era dimana informasi mengalir deras dan ilmu pengetahuan menjadi akar segalanya disamping laba – rugi.
Lupakan saja romantisme perjuangan masa lalumu. Tidak ada lagi yang mendengarkannya, kawan. Mereka hanya ada di angan – anganmu. Kerinduan masif yang membuat matamu buta,telingamu tuli, dengan kenyataan yang ada di dekatmu. Lupakan untuk menyelamatkan dunia untuk sejenak. Lihat dirimu, kawan – kawanmu, dan tempat tinggalmu. Sudah selamatkah mereka? Aku ingatkan lagi, bahwa utopia adalah sebuah kebohongan.

Kita sudah terlalu lama terjebak dalam pola pikir yang terbalik. Kita selalu melihat segala sesuatu dari eksistensinya terlebih dahulu, baru meninjau esensinya. Yang penting nilai ujian dapat A dulu, baru kemudian pikirkan manfaat ilmunya nanti di saat tes melamar pekerjaan.
Salam Ganesha, Keluarga Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan, Kemahasiswaan, Revolusi, Perjuangan. Aku sudah sering melihatnya terpampang dan mendengarnya diserukan lantang. Lagu – lagu yang mereka sebut lagu perjuangan dinyanyikan dengan kesakralan tersendiri. Tembok yang mereka bangun cukup tinggi, memisahkan diri mereka dengan dunia nyata. Yang mereka lakukan adalah sakral, diluar itu adalah segala hal yang profan.
Kaderisasi, Ospek Jurusan. Sebuah sistem luhur yang memungkinkan transfer nilai dari yang tua pada yang muda. Tradisi bertahun – tahun yang begitu diubah langsung mengusik para pelakunya. Standar baku yang harus dilakukan untuk menjadi produk unggulan yang bisa dibanggakan. Uji nyali yang harus diikuti supaya bisa diterima di satu komunitas tertutup yang terkadang terasa begitu penuh kepalsuan.

Tidak ada yang salah dengan ini semua. Bisa jadi ini adalah karya besar abad ini. Sebuah sistem pemerintahan sempurna yang independen, sebuah sistem pendidikan sempurna yang paling efektif yang pernah ada, dan sebuah sistem sosial yang paling luhur yang pernah tercipta. Semua dihasilkan dari kerja otak maksimum serta pengamatan bertahun – tahun serta data akurat.
Tetapi mengapa seolah sistem yang baik ini diragukan, ditinggalkan, bahkan mengalami penurunan derajat nilainya? Pelarangan kaderisasi, penurunan kualitas kader, ketidakpedulian massa kampus, dan masih banyak lagi hal – hal yang dijadikan sumber kekecewaan kaum heroik ini. Apa yang salah kalau begitu?
Ingat – ingat di mana kita hidup, kawan. Ini, sekali lagi kuingatkan, bukan masa dimana semua hal dimulai. Kejenuhan memenuhi pelosok ruang. Generasi – generasi mutakhir ini sangat cerdas, karena mereka mempertanyakan esensi dari semua ini. Ya, mereka mempertanyakan esensi! Mereka sangat pandai ekonomi, dan tahu betul asset mereka. Proyeksi laba – rugi selalu dibuat, dan alasan logis adalah satu – satunya cara untuk meyakinkan mereka. Tidak, aku koreksi: generasi mutakhir ini pun termasuk kita didalamnya!
Kita tidak bisa memaksakan apa yang kita inginkan begitu saja pada mereka. Sementara kita mempertaruhkan nyawa kita demi kebenaran dan keadilan, tuhan baru mereka adalah materi dan kapital. Ukuran nilai dan norma mereka jauh berbeda dengan apa yang ada di masa lampau. Lagi – lagi kuingatkan, lupakan saja romantisme masa lalu! Yang kita butuhkan disini bukan lagi dogma, melainkan invokasi kesadaran!
Untuk bisa terus mempertahankan kehidupannya, seekor mahkluk harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Jika tidak, pilihannya hanya bermigrasi atau mati. Kita sama – sama tahu bagaimana keadaan kampus ini. Apa yang diagung – agungkan dengan istilah ‘kemahasiswaan’ terlihat semakin memuakkan. Paling tidak begitulah menurut pandanganku. Kemahasiswaan beserta perangkatnya itu terlihat sebagai sebuah eksistensi eksklusif, utopis, dan penuh jebakan kemunafikan.
Pertanyakanlah lagi esensinya. Semua hal tercipta dengan tujuan penciptaannya masing – masing dan keadaan ini adalah sarana untuk menyadarkan kita untuk kembali mempertanyakan esensi. Kita terlena dengan sebuah eksistensi yang sudah berumur tua dan terlihat begitu kokoh. Membuat kita merasa nyaman dan sudah cukup mapan. Ini dia masalahnya: segala sesuatu yang berlebih tidak pernah menjadi sesuatu yang baik. Kita sudah merasa terlalu nyaman dan mapan, sehingga terlalu malas untuk merapikan sedikit kekacauan yang terjadi.
Mengajar murid – murid dengan karakter berbeda memberikan pelajaran tersendiri bagiku. Aku selalu mengajarkan hal yang sama pada setiap murid, namun dengan cara yang berbeda – beda. Ada murid yang sudah matang sejak awal, sehingga ia bisa langsung diberi arahan saja untuk memahami sebuah aspek. Namun ada murid yang perhatiannya mudah teralih, merasa yang ia pelajari tidak berguna sampai aku mencontohkannya dan menunjukan apa kegunaan ilmu tersebut.
Keadaan tersebut relevan dengan kejadian yang ada sekarang. Murid yang kini belajar padamu memiliki karakter yang berbeda. Seperti apa karakternya, aku yakin kamu bisa mengamati dan lebih paham mengenai hal tersebut. Metode pengajaranmu butuh perubahan, sesuai dengan keadaan mereka secara psikis. Jangan takut untuk melakukan perubahan karena kamu tetap akan mengajarkan hal yang sama!
Perubahan itu harus dimulai dari dirimu sendiri. Ubah caramu melihat, mendengar, berbicara, dan merasakan. Mungkin muridmu tidak mendengar dan memperhatikanmu karena ia tidak menyukai caramu membawa diri. Tawarkan ilmunya sekali lagi dan lihat apakah ia dengan kesadarannya mau belajar dan mencontoh hal baik dari dirimu.
Tidakkah kamu pikir semua ini terasa berdebu dan usang? Perubahan memang sudah terjadi, namun tidak cukup untuk murid barumu ini, generasi penerus dinastimu kelak. Jangan ragu untuk perubahan yang radikal, karena ia memang dibutuhkan. Diam dan statis tidak akan membawamu kemanapun!

Bagaimana caramu menjadikan perbedaan menjadi sebuah kekuatan? Bukan perdebatan kosong seperti yang selama ini terjadi. Bagaimana membuat mereka yang tidak pernah memperhatikanmu tertarik perhatiannya padamu? Menjadikan mereka yang tidak tahu menjadi tahu dan mau peduli. Pertanyakan esensi dari eksistensimu! Bukan eksistensi dari esensi – esensimu. Karena dari kekuatan yang besar, akan timbul tanggung jawab yang besar. Kejayaan tidak pernah diberi jalan yang mulus dan lebar. Selalu sempit, berbatu, dan berliku. Mungkin kamu tersesat sesekali dan melakukan kesalahan, tapi itulah anugerah manusia: kesalahan. Membuatmu berkali – kali lipat lebih waspada setelahnya. Dulu pernah ada istana megah berdiri di sini dan kini ia hanya sebuah puing – puing yang dingin. Tidak ada gunanya terus bercerita tentang bagaimana hebatnya istana itu dulu, bangun saja yang baru, kawan!
*Ditulis ditemani 3 album A Fire Inside, kopi, dan sakit kepala yang super mengganggu, anjinglah! Tulisan yang dibuat berbulan – bulan yang lampau untuk teman saya Ariza.

Lampu – lampu itu bersinar kala malam, memancing para laron dan sebangsanya keluar memadati kota ini. Sebagian mungkin lelah dengan aktivitas siang hari seperti sekolah, kuliah, bekerja, bermalasan – apapun – lalu keluar mencari kesenangan atau aktivitas lain di malam harinya. Sebenarnya tidak hanya mahkluk – mahkluk yang mengejar cahaya saja yang keluar di malam hari, sebagian justru memeluk gelapnya malam, menjadi satu dengan bayang – bayang di balik pohon.
Malam itu, saya memilih jadi laron, tidak jadi pemuja kegelapan seperti kebanyakan malam. Teman saya manggung di sebuah kafe di daerah Dago. Sebuah proyekan dari teman saya Ay, Rangga, Ken, dan Aryo – drummer band saya – dibawah nama baptis Baby Eat Cracker. Format band-nya akustikan, dua gitar dan satu jembe (semacam gendang). Mereka bermain rutin setiap selasa malam di kafe tersebut. Saya sering membantu sebagai kru. Menurut saya, kali ini posisi tersebut sangat vital karena kami harus membawa ampli sendiri. Jadi, saya dan Biyan – adik saya – sekaligus bertindak sebagai juru angkut ampli dari basement hingga lantai dua, tempat kafe tersebut.
Saya akan simpan cerita tentang Baby Eat Cracker dan gotong – gotong ampli untuk kali lain. Sebenarnya yang paling membuat saya tertarik adalah sebuah keseragaman tertentu yang hinggap di sebagian besar orang – orang yang ada di malam itu. Sebuah keseragaman yang selama ini saya sadari, tetapi membuat saya semakin tergelitik di malam itu. Orang – orang ini rata – rata usianya berkisar 20-30 tahunan, membawa laptop, merokok dan minum bir, menggunakan semacam dress code this-is-what-supposed-to-be-in, sebuah potret ideal tentang pemuda urban. Beberapa kali saya hinggap di tempat lain di bawah lampu, potret yang sama akan saya temui.
Gadis di depan saya duduk bersama empat temannya, sebatang rokok terselip di jemarinya. Rambutnya sebahu, dengan wajah yang dipoles make up. Laptop putih, terlihat layout web friendster terbuka, menyeruak di antara kudapan dan botol bir. T-shirt yang agak longgar, hot pants, dan jelly shoes. Saya bisa melihat g-string – nya dari sini, tetapi ia tampak tidak peduli dengan itu, mungkin sejak semula memang itu tujuannya. Entahlah, sampai sekarang saya masih susah memahami wanita hahah. Semua begitu tipikal, begitu seragam. Seolah semuanya berasal dari satu cetakan, lalu seperti boneka Barbie, kamu tinggal sedikit menggunakan imajinasimu untuk mendandaninya.

Sejak layanan internet wifi dan hotspot – hotspot bermunculan di ruang public, notebook (atau laptop atau computer jinjing atau apapun) makin menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Semula, benda ini lekat dengan kaum pekerja, penulis, programmer, atau designer (dan -er lainnya) saja. Tetapi sekarang kamu bisa menemukannya di segala bentuk tempat tongkrongan anak muda dengan berbagai macam fungsi. Dari sekedar memoles citra diri di myspace atau friendster, hingga benar – benar sebuah media untuk pekerjaan seperti web design atau ber-autocad-ria. Keberadaan notebook sebagai gadget kini seperti memberikan suatu citra tertentu bagi penggunanya.
Rupanya sebagian masyarakat kita sudah mulai bertranformasi menjadi masyarakat digital. Tidak bisa hidup tanpa HP, notebook, internet, iPod, digicam dan yang semacamnya. Apalagi yang memang pekerjaan sehari – harinya menggunakan lebih dari satu item tersebut. Bahkan teman, kesenangan, dan kepuasanpun sering dicari di dunia maya, seolah yang nyata tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan. Sebuah hukum yang sejauh ini terbukti benar: keinginan manusia tak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia terbatas.
Betapa kita demikian kelebihan informasi. Semua informasi masuk dari bacaan kita, televisi, radio, internet, sekolah, dan mungkin dari sekedar obrolan. Otak manusia memang sebuah supercomputer, karena sejauh ini belum ada orang mati karena hard disk otaknya overload. Bahkan, manusia seperti Einstein saja belum menggunakan 50% kemampuan maksimal otak. Ini era dimana informasi dapat dihargai lebih mahal dari sebuah nyawa. Orang – orang seperti kerasukan, berusaha memangsa informasi sebanyak – banyaknya. Informasi: gossip hingga perkembangan science mutakhir.
Otak manusia bekerja dengan dua prinsip umum; saya bukan ahli otak, tetapi setidaknya sejauh ini saya meyakininya. Otak bekerja dengan asosiasi dan repetisi. Kedua prinsip tersebut juga mempengaruhi bagaimana kita memperkerjakan fungsi tubuh kita. Hal ini masuk akal, karena otak adalah pusat hidup kita. Otak bertindak sebagai pengatur reaksi terhadap rangsang. Semakin sering kita melakukan repetisi terhadap rangsang tertentu, maka semakin mudah kita bereaksi terhadap rangsang tersebut. Semakin mudah kita melakukan asosiasi terhadap rangsang tertentu, semakin mudah pula kita bereaksi pada rangsang tersebut. Mudah kan? Gampangnya, kamu akan mahir bermain kelereng dengan jitu kalau sehari kamu berlatih sampai seribu kali atau kamu akan mudah memahami nada – nada pada biola jika kamu sudah paham nada – nada pada fret gitar. Repetisi dan asosiasi.

Inilah yang membuat perkembangan fashion begitu dinamis. Hal – hal yang mungkin dulu sangat profane kini menjadi hal yang lazim. Mungkin duapuluh tahun yang lalu semua laki – laki di muka bumi ini sudah tidak mampu menahan dirinya saat melihat wanita ber-g-string yang saya ceritakan tadi. Tanktop dan rok mini dulu lekat dengan kesan peyoratif tersendiri. Lalu hal ini semakin lama semakin sering terulang (seiring dengan trend), sehingga terjadi pergeseran makna asosiatif terhadap kesan awalnya. Kini kamu tidak akan menyebut laki – laki ber-t-shirt pink dengan sebutan banci karena memang belum tentu demikian faktanya.
Saya pernah bertanya kepada seorang teman wanita saya, “Cewek kalau pake baju seksi ngerasa seksi ga?” Jawaban dari teman saya ternyata tepat seperti dugaan saya. Dia bilang, “Iyalah!” Saya tidak tahu bagaimana itu rasanya menjadi seksi (bahkan saya geli membayangkannya hahah), tetapi menurut teman saya itu, dia merasa memiliki ‘sensasi kemenangan’ tertentu saat merasa dirinya seksi dan tahu bahwa dia menjadi pusat perhatian lingkungan sekitarnya. Mungkin itu penjelasan mengapa kebanyakan wanita tidak pernah merasa kedinginan berada di sebuah kafe di Dago Pakar walau hanya mengenakan kemben dan rok mini saja (dan masih membuat saya takjub bagaimana mereka bisa naik tangga dengan sepatu berhak tinggi!).
Saya sempat berpikir, mungkin demikianlah bagaimana seksualitas wanita berbicara. Nah, kamu salah besar kalau saya mau bilang: Wanita sebagai objek seksual adalah panggilan kodrati yang tertanam di alam bawah sadar secara intuitif. Sebaliknya, wanita adalah satu – satunya mahkluk yang dapat menjadikan seksualitas sebagai senjatanya. Laki – laki? Bah, ego patriarkinya membuat laki – laki cenderung menjadi budak dalam hal ini: budak hawa nafsu akibat deru testoteron. Saya sebagai laki – laki juga sering malu sendiri hahah. Wanita tahu tubuhnya adalah senjata, dan senjata bebas untuk digunakan penggunanya sebebas – bebasnya. Laki – laki berpikir bahwa ia mahkluk yang paling bebas, padahal ia terbelenggu gengsi dan ego. Tidak percaya? Kalau kamu laki – laki, coba kamu pakai rok mini dan pergi jalan – jalan, lalu kirimkan fotomu pada saya dengan lokasi di tengah keramaian. Sedangkan wanita, tidak akan risih ia menggunakan celana jeans dan sepatu boot.

Lagi – lagi tentang repetisi dan asosiasi, konsumsi rokok dan minuman beralkohol kini sudah tidak aneh lagi tentunya. Bahkan, timbul citra tertentu saat menggunakannya. Seolah – olah, saat kamu menggunakannya maka akan muncul tulisan di dahimu: Woohoo, I’m so cool. Perasaan tersebut di satu sisi sangat positif. Depresi adalah salah satu pembunuh paling ganas yang akan menyaingi penyakit kangker dan jantung, terutama tahun – tahun ke depan. Citra diri yang buruk dapat menyebabkan pembunuh ini aktif, jadi sebaiknya kamu lakukan apapun yang menurutmu bisa menjaga citra dirimu tetap positif. Sebagian orang, menikmati konsumsinya, karena bentukan citra dirinya setelah itu.
Sebagian yang lain, mengonsumsi rokok dan alcohol sebagai pelarian, sebuah bentuk represi psikologis yang ditunjang oleh kandungan zat – zat kandungannya. Saya punya teman yang super sakti. Saya sebut demikian, karena saya beberapa kali menemuinya dalam keadaan yang agak ekstrim. Yang pertama, dia belum makan seharian karena baru keluar dari tahanan (dia tidak melakukan apapun, hanya orang yang salah di waktu dan tempat yang salah), saat kami bertemu yang pertama ia minta pada saya adalah rokok. Yang kedua, ia baru jatuh dari motor dan memiliki luka akibat terseret di aspal dan butuh bebrapa jahitan. Saat luka masih menganga, saya menjenguk di klinik, yang ia minta pada saya adalah rokok. Sakti bukan? Ia hanya butuh rokok untuk masalah apapun yang mengundang insting survivalnya aktif. Saya tahu dia sangat desperate, menunjukkan tingkat ketergantungannya begitu tinggi terhadap nikotin, karena ia minta rokok pada saya. Saya tidak merokok.
Kita benar – benar kelebihan informasi, saya katakan tadi. Kelemahan dari sesuatu yang begitu repetitif dan begitu asosiatif bagi otak kita adalah kejenuhan. Saat otak jenuh, dia cenderung mengabaikan peringatan – peringatan yang ia rasakan dari alat indera kita. Begitu banyak informasi tentang bagaimana rokok sangat buruk bagi kesehatan atau bagaimana alcohol dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh kita. Tetapi sebagian besar orang tetap saja mengonsumsinya walau mengetahui fakta – fakta tersebut. Pengabaian. “Nikmati saja dulu, selama masih enak. Toh, saya tidak mengganggu siapapun.”
Demikian juga halnya di masyarakat. Pengabaian ini menjadi suatu hal biasa di kalangan sebagian besar orang. Kita cenderung tidak peduli terhadap apa yang terjadi pada lingkungan kita, pada orang – orang di sekitar kita. Kelebihan informasi, karena kita terlalu banyak tahu, semakin mengabaikan. Terlalu autis pada kemewahan hidup yang membuai, sementara akses tersebut masih sangat terbatas bagi sebagian orang yang lain. Saya pun, sering terjebak dalam kaidah pengabaian ini. Apapun yang terjadi, selama saya tidak punya hubungan apapun ke orang lain dan orang lain tidak punya hubungan apapun dengan saya, maka semua baik – baik saja. Mau itu tsunami, bom meledak, atau pembunuhan mutilasi. Entah bagaimana dengan orang lain, seringkali saya merasa bersalah karena tidak mampu berbagi dan menjadi begitu tidak peduli. Merasa bersalah, tetapi tidak menemukan penyelesaian yang solutif untuk masalah ini. Sebuah quotes dari buku yang pernah saya baca, “Satu – satunya yang bisa kita lakukan untuk orang miskin adalah tidak menjadi miskin.”
Rupanya sudah pukul setengah satu dini hari dan saya harus bersiap mengangkut ampli lagi bersama Biyan. Saya tidak dapat jatah compliment malam itu, tetapi tetap menyenangkan karena ini memungkinkan saya wisata kuliner ke menu milik teman – teman saya. Kamu bisa nikmati foto – foto yang berhasil selamat dan terambil dengan baik. Yeah, saya entah kenapa dari dulu kalau mengambil gambar dengan kamera pasti hasilnya kabur. Sayang sekali, foto Baby Eat Cracker semuanya gagal total. Oh ya, dan lupakan kalau kamu berharap ada foto gadis ber-g-string itu! Sebagai gantinya, kamu saya beri foto Biyan saja.










